skodeng

Tuesday, April 7, 2009

A loser?

Am i a loser? Yes, i am. Lately i acting like an idiot savant. Always
make silly mistake, silly things. People surrounding seem non-stop
blaming. Should i shout it loud what has clouding my mind? They all
just know to point their finger. Oh my! his is a big deal of life indeed...*sigh

MaAfKan DiRikU SayaNg....

maafkan diri ini kerna aku telah melukaimu....
maafkan diri ini kerna aku manghancurkan hatimu....
tp apakan daya ku....
panas yang ku harapkan sampi kepetang rupanya hujan ditengah hari....

engkau memberikan sinar di dalam hidupku....
engkau membuatkan ku untuk terus bertahan dengan dugaan yang mendatang...
engkau menjadikan aku kuat untuk menempuhi rintangan yang datang...
engkau memberikan ku semangat untuk terus berjuang menempuhi hidup ini....
kerna engkaulah semangat yang ku ada untuk terus bertahan....
tanpa engkau sedari.... engkau yang membuatkan aku untuk terus kuat mengharungi dugaan yang sedang aku hadapi kini...

tapi kini......
semangat yang ku ada telah lenyap....
semangat yang membuatkan ku terus bertahan telah hilang....
semangatku untuk terus hidup telah lenyap....

aku tak tahu sampi bila aku boleh bertahan...
sampai bila aku mampu bertahan.....
sampai bila....
kerana semangat yang ku ada telah hilang....
aku terasa seolah-olah diriku telah mati kini....

hilang di atas kesilapan ku sendiri....
hilang kerana perbuatan ku sendri....
hilang meninggalkan diri ini....

adakah ini balasan yang harus ku terima...
kerana melukai mu....
kerana menyakiti mu...
kerana menghancurkan hati mu.....

maafkan diri ini sayang....
aku tahu kesilapanku....
aku tahu kesalahan ku....

tapi....
sekiranya aku berterus terang kepada mu....
adakah diri mu dapat menerima diri ini....
kerna.....
aku takut kehilangan mu....
aku takut kehilangan orang yang mula memberi sinar baru dalam hidupku....
kerna aku telah terlanjur mencintaimu....

tapi apakan dayaku...
akhirnya ketakutan ku menjadi realiti...
kau pergi jua walaupun tanpa kerelaan ku.....

MeNyaYaNgi TaK BeReRti MeMLliKi

Kita hidup biar miskin harta...
Jgn miskin ilmu dan kasih sayang...
Perjuangan ini menjanjikan kita 1001 cabaran...
Kalau kita barjaya...
Jangan lupa teman...
Tapi...
Kalau kita tak berjaya...
Siapalah kita disisi tuhan...
Tak semua yang kita sayang...
Sayang pada kita...
Tak semua kita benci..
Benci pada kita...
Namun...
Jika kita fikirkan kasih sayang...
Kita akan di sayangi...
Jika kita fikir kebencian...
Kita akan di benci...
Kerana....
Ia boleh datang dan pergi...
Tanpa kita sedari...
Menyayangi tak bererti memiliki...
Memiliki tak bererti selamanya...
Hargailah ia seadanya....
Kalau kita sayang seseorang...
Biarkan dia bebas...
Jika dia milik kita...
Dia pasti milik kita jua...
Kenangilah perhubungan yang terjalin...
Dalam pertemuan yang sesingkat cuma...
Semoga kebahagiaan milik kita...
Bersama...

Kerana aku sahabatmu

Ingin kudirikan kau sebuah gunung
Agar ketika hatimu berkecamuk
Kau dapat mencari ketenteraman di sana
Ingin kutangkap kupu-kupu yang cantik
Agar kala sedih tiba
Akan ku jadikan ia sebagai hadiah agar kau riang semula.

Ingin kugapai dan kuberikan kau pelangi yang indah,
Agar di tengah badai melanda
Aku dapat bersamamu mengusir sedih didada
Ingin kupetik dan kuberikan mawar yang harum
Agar kala kemarau datang bertandang
Aku dapat bersamamu mangukir senyuman

Hatiku penuh dengan semangat memgunung
Untuk menyentuh hatimu
Dan membuatnya bahagia
Dengan sejuta angan-angan
Yang ku ciptakan untuk mu
Agar kau dapat mengejar semua impianmu

Tapi aku sedar, siapa diriku,
Walaupun hatiku ingin bersamamu
Menggapai pelangi,
Memetik mawar di taman,
Mengejar kupu-kupu,
Itu adalah sekadar angan-angan kosong..

Kita adalah sahabat
Persahabatan yang terjalin adalah atas dasar keiklasan
bukan kepura-puraan
Kita lebih bahagia walaupun hanya menjadi sahabat
kerana sabahat tidak akan pernah meninggalkan kita di waktu kesusahan
ibarat tangan dan mata
saat tangan terluka, maka mata akan menangis dan
saat mata menangis maka tangan menghapusnya.

Wednesday, March 25, 2009

Marah yang terlewat

Aku dapat rasakan marahmu
Sewaktu aku jauh memerhati
Bagai halilintar menyabung
Bagai guruh berdentum
Bagai kilat menyambar
Bagai rekahan bumi menelan kota

Aku dapat rasakan marahmu
Sewaktu aku berjalan menghampiri
Bagai taufan melanda rimba
Bagai puting beliung menerjah bumi
Bagai gunung salji menimbus lautan
Bagai tsunami menghempas daratan

Kini aku disisimu, memimpinmu duduk
Aku dapat rasakan sabar
Yang kau pendam sekian lama
Bagai kemarau membakar kehijauan
Sehingga tinggal bumi kontang

Kini aku memelukmu, meramas jemarimu
Aku dapat rasakan kecewa
Yang kau lalui sekian lama
Bagai banjir yang menghilangkan bukit
Sehingga daratan menjadi lautan

Kini aku bersemadi dalam dirimu
Aku dapat rasakan mahumu
Bagai embun menyentuh dedaun
Bagai malam berteman bulan
Bagai mentari senja kemerahan
Bagai taman di waktu petang

Kini kau tenang, aku mula bicara
‘ Ada cerita duka yang disimpan

Pada garis garis kulitmu
Ada cita yang diharapkan
Pada sinar sayu wajahmu’

Kau ku saksi bingung, aku bicara lagi
‘ Anak, bukan la seperti besi atau waja
Keras, kukuh, dan kuat
Tapi mudah di lentur apabila di panaskan
Anak umpama tumbuhan
Yang perlu di lentur dari hijau yang lembut
Sebelum dia kukuh berdiri’

Kini di wajahmu ada sesal, tergaris dalam kedut usiamu
Lalu aku bercerita lagi, dari kata sebuah puisi
Anakmu bukanlah anakmu.
Mereka putra-putri kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka datang melalui engkau tapi bukan dari engkau,
Dan walau mereka ada bersamamu tapi mereka bukan kepunyaanmu.

Kini pelukan dan genggamanku berbalas
Hangat air matamu di bahuku, hiba
Lalu ku pimpinmu pulang

Ke teratap sepiku, yang dah lama kelam

Dalam daerah asing, dengan kata akhir
Anak adalah amanah allah, yang harus dididik dan diasuh
Dari sehijau usia, berlandas kitab dan rasulnya
Bersama doa redha dan syukur…

Embun

Bagai embun
Bahagia yang datang
Sekejap dan seketika cuma
Belum puas aku tersenyum
Belum puas aku ketawa
Fajar telah pun menjemputnya pergi

Bagai embun
Cinta yang bertandang
Saat aku leka di dalamnya
Saat aku terbuai olehnya
Saat aku merasa ketenangan
Fajar itu telah menjemputnya pergi

Bagai embun
Itulah bahagia yang pernah ku kecapi
Sekejap dan seketika cuma
Namun membasahi setiap ruang hidup ku

Bagai embun
Itulah cinta yang pernah kulalui
Saat aku leka didalamnya
Hanyut dalam kesuciannya
Menabur janji dan harapan untuk bersama
Dia telah pergi mengadap ilahi

Bagai embun
Suci, dingin dan sejernih mutiara
Hadir sepertiga malam
Berlalu di saat fajar tiba..

Mohon Permisi


hari ini aku aku pohon permisi
bukan menjauhkan diri
tapi untuk datang kembali
bertanya tentang hak ku
adakah aku masih di situ?
atau mimpi sudah berlalu
jika ada yang bertanya
ke mana ku pergi
jangan sekali menjawab
biar mereka tertanya
biar mereka terfikir
perginya aku selamanya
meninggalkan satu nostalgia
atau hadirku semula
membawa satu cerita gembiraangin tolong aku
kirimkan pujangga ini
secubit rindu basi
sampaikan pada embun
bawalah air mataku
titiskan pada seri wajahnya
di hening pagi
kala semua mata tertutup
dan dia bangun
merendahkan diri pada Illahi

aku pohon pamit
aku pohon permisi
aku pohon ampun
aku pohon kemaafan
aku pohon kau dengar
aku pohon kau mengerti
aku pohon kau tabah
aku pohon kau sadar
aku pohon apa yang kau pohonkan
dan ku tadahkan dua telapak suci
memohon pada Yang Esa
agar ada restu di perjalanan ini

dan
aku akan kembali
untuk bertanyakan semula
adakah aku masih di situ
seperti masa mula dulu

Saturday, March 14, 2009

KehiDupAn

mengingat bayangmu yang jauh pada waktu yang kian sempit dadaku nyaris terbelah perih melolong sengit rinduku membuncah merobek langit kutitip puisi rindu pada nyanyi angin sendu agar hati tak kian pilu berharap kaupun rindu

Saturday, January 17, 2009

Menjaga Hati



Masih tertinggal bayanganmu

Yang telah membekas di relung hatiku
Hujan tanpa henti seolah pertanda
Cinta tak di sini lagi
Kau tlah berpaling

Reff:
Biarkan aku menjaga perasaan ini, ohh
Menjaga segenap cinta yang telah kau beri
Engkau pergi, aku takkan pergi
Kau menjaga, aku takkan jauh
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Masih adakah cahaya rindumu
Yang dulu selalu cerminkan hatimu
Aku takkan bisa menghapus dirimu
Meski ku lihat kini
Kau di seberang sana

Repeat Reff

Andai akhirnya
Kau tak juga kembali
Aku tetap sendiri
Menjaga hati

Repeat Reff [3x]

Sejujurnya diriku masih mengharapkanmu

Friday, January 9, 2009

klu rasa sedih, pndanglh langit, ingtlh Allah masih ada.
klu rasa resah, renunglh dsar ati,yakinlh Allah m'cpt ksudahannya & klu rasa trsisih.
lihatlh purnama d mlm ari, yakinlh Allah x akn biarkn kta sndrian m'harungi cbran hdup ini..... bila kau letih & hilang smangat.
Allah tahu btapa kau tlh mncuba sedayanya.bila tangisanmu b'pnjangan & hatimu kdukaan Allah tlh mngira titisan air matamu.bila kau ketinggalan & masa meniggalknmu.
Allah setia dsisimu.bila kau tlh m'cuba sgala tp tdk thu arah tjuan.
Allah adalh jln pnyelesaian.bila tiada yg brerti buatmu kliru & kecewa Allah adalh jwpannya....